Museum Batak Balige

Museum Batak Balige didirikan oleh TB Silalahi pada Februari 2010 dan resmi dibuka Presiden SBY pada 18 Januari 2011. Terdiri dari 3 lantai Museum Batak setidaknya menyimpan dan memamerkan lebih kurang 1.000 koleksi artefak dan peninggalan sejarah 6 puak Batak. Yakni Batak dari Karo, Toba, Simalungun, Pakpak, Angkola, dan Mandailing.

Gedung dan interior Museum Batak dibuat dengan konsep futuristik namun dibalut ukiran gorga. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesan kuno namun tetap mengimbangi dengan nuansa tradisionil yang kental pada desain.

Lokasi Museum Batak yang terletak di Komplek TB Silalahi Center di Desa Soposurung Balige ini memang diberi kekayaan khazanah alam yang memesona pengunjung. Hamparan danau Toba dan lanskap Balige terlihat jelas jika kita naik ke lantai 2 dan 3 gedung.

Museum Batak memberi kesejukan bagi minimnya perhatian dan terobosan terhadap pelestarian dan pemanfaatan koleksi kekayaan budaya dan sejarah etnik di tanah air. Diharapkan dengan adanya Museum Batak ini banyak artefak dan pustaha Batak yang disimpan oleh perpustakaan dan kolektor luar negeri bisa kembali ke tanah batak dan bisa dinikmati oleh generasinya di tanah air. (dj)

Iklan

3 pemikiran pada “Museum Batak Balige

  1. yaudah klo gk batak …pakpak itu suku ata etnik ya??? kykny etnis lah mana ada suku pakpak yg ada suku batak etnik pakpak hahahahhahahahahahah….sebagian pakpak mau dibilang batak ,tak punya jati diri bah…..hahahahahahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s